• "BACKPACKING 101: Catatan Praktis untuk Backpacker Pemula" | REVIEW BUKU

    Jalan-jalan tidak selalu identik dengan biaya mahal. Jalan-jalan dapat dilakukan dengan biaya minimal namun dapat tetap dinikmati secara maksimal, salah satunya adalah dengan “backpacking”. Apabila kamu masih ragu-ragu untuk melakukan perjalanan secara backpacking, mungkin buku ini tepat untukmu. Karena backpacking itu mudah, asyik, dan manfaatnya banyak.

    BACKPACKING 101: Catatan Praktis untuk Backpacker Pemula
  • "Rekomendasi Penginapan di Kuala Lumpur" | REVIEW AKOMODASI

    Kuala Lumpur boleh dibilang spot travel terdekat dari Jakarta setelah Singapore. Kalau Anda berpikir bahwa mencari penginapan di KL lebih mahal dibanding Jakarta, ternyata tidak juga, karena ternyata kita bisa mendapatkan penginapan dalam kitaran Rp 100 ribuan semalam per orang. Simak rekomendasi penginapan di Kuala Lumpur di artikel ini.

    REVIEW AKOMODASI: Kuala Lumpur, Malaysia
  • "36 Cara Praktis Untuk Menghemat Biaya Jalan-Jalan" | TIPS BACKPACKING

    Jalan-jalan tidak perlu menghabiskan banyak uang, apalagi jika tujuannya adalah untuk mencari dan menemukan pengalaman baru. Di artikel ini terdapat 36 tips praktis untuk menghemat biaya jalan-jalan Anda, dari memantau harga tiket promo hingga menginap di bandara. PS: Backpacker memang tidak boleh banyak mengeluh! :)

    36 Cara Praktis Untuk Menghemat Biaya Jalan-Jalan
  • "10 Destinasi Wisata Favorit Sekitaran Jakarta & Jawa Barat" | REFERENSI

    Seringkali traveler yang berdomisili di sekitaran Jakarta & Jawa Barat kebingungan untuk menentukan destinasi wisata yang relatif dekat & tidak menghabiskan banyak waktu di perjalanan, apalagi untuk pekerja sibuk 9-5 yang hanya memiliki waktu kosong di akhir pekan saja. 10 pilihan destinasi wisata unik di artikel ini mungkin dapat membantu Anda untuk memutuskan destinasi Anda berikutnya.

    10 Destinasi Wisata Favorit Sekitaran Jakarta & Jawa Barat
  • "Free Download: 15 Travel eBook GRATIS" | REFERENSI & LITERATUR

    Sebagai seorang pecinta buku, saya senang sekali apabila menemukan eBook gratis yang berkualitas di internet, terutama apabila menyangkut traveling. Untuk itu saya ingin berbagi limabelas sumber Travel eBook yang berkualitas, informatif, dan tentunya GRATIS. Semoga bermanfaat! :)

    Free Download: 15 Travel eBook GRATIS
  • "I'm Indonesian" Project - Announced! | TRAVEL PROJECT

    Tag your favourite destinations to show Indonesian was there! Any tag with "I'm Indonesian" text are welcome. You can create your own tag using cardboard, teared paper, etc. Be creative and have fun! You can send it to us and share the joy with all Indonesian travelers. Don't forget to mention the location. We will publish the chosen photos in our website with your name as credit. Feel free to contribute! :)

    I'm Indonesian Project - Announced!
  • "7 Website Pengganti Guidebook" | REFERENSI & LITERATUR

    Anda pernah menyadari tidak? Terkadang info yang terdapat di buku panduan wisata/guidebook kurang up-to-date, maka sebagai pembanding kita memerlukan informasi yang lebih aktual mengenai tempat yang kita tuju. Website-website di artikel ini dapat membantu Anda mendapatkan info lebih mendalam mengenai tempat wisata yang Anda tuju (secara GRATIS!).

    7 Website Pengganti Guidebook
  • "Daftar Negara Bebas Visa Bagi WNI" | REFERENSI & LITERATUR

    Salah satu hal yang saya dan teman-teman perhatikan saat merencanakan backpacking ke luar negeri adalah: Mencaritahu mana saja negara-negara BEBAS VISA bagi pemegang paspor Indonesia. Tujuannya? Supaya tidak ada biaya pengurusan visa, tentunya. Temukan daftar negara bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia dalam artikel ini.

    Daftar Negara Bebas Visa Bagi WNI
  • "10 Majalah Travel Online Terbaik" | REFERENSI & LITERATUR

    Di Barat sudah banyak sekali majalah online khusus traveler yang informatif, berkualitas, dan well-designed. GRATIS pula! Simak sepuluh di antaranya pada artikel ini.

    10 Majalah Travel Online Terbaik
  • "Enak Ngga Enaknya Traveling" | TIPS BACKPACKING

    Dalam traveling seringkali tidak semua hal berlangsung lancar dan menyenangkan, namun justru inilah serunya traveling. Apakah Anda mampu mengubah perjalanan Anda menjadi tantangan? FYI, artikel ini telah menjadi salah satu artikel awal website The Backpacker's Notes.

    Enak Ngga Enaknya Traveling

Minggu, 28 Maret 2010

Home » , , , » Melayang di Bukit Paralayang, Kawasan Puncak

Melayang di Bukit Paralayang, Kawasan Puncak

Akhir pekan kemarin, saya beserta teman-teman mencoba wisata paralayang di Kawasan Puncak, Bogor. Tak disangka-sangka, ternyata ada spot tersembunyi untuk ber-paralayang dan ber-gantole di Kawasan Puncak, dekat Masjid At-Ta'awun! Padahal selama saya kuliah di Bandung awal tahun 2000-an, saya sering melewati spot ini, namun tidak pernah menyadari kalau terdapat Bukit Paralayang di daerah sana.

Bukit Paralayang di Kawasan Puncak, Bogor.
Foto (c) Herajeng Gustiayu, 2010

Tentang Paralayang
Kami amat beruntung karena tandem master kami hari itu adalah Opa David --yang terkenal sebagai Opa Paralayang Indonesia-- yaitu salah seorang pelopor olahraga paralayang atau paragliding di Indonesia. Dari Opa David, kami diceritakan sekilas mengenai sejarah paralayang Indonesia.

Dulu olahraga ini disebut olahraga terjun gunung, karena tujuannya mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk turun gunung. "Tiga hari naik gunung, turunnya cuma perlu setengah jam dengan paralayang," jelas Opa David sambil tertawa. Pertama kali diresmikan sekitar awal tahun 1990-an oleh Federasi Aero Sport Indonesia (FASI), olahraga ini akhirnya berhasil menjadi cabang olahraga resmi kedirgantaraan, dengan mengganti nama olahraga Terjun Gunung menjadi Paralayang.

Saya sempat salah mengira bahwa paralayang itu adalah olahraga gantole --yang menggunakan perangkat terbang berbentuk segitiga--, ternyata berbeda. Paralayang adalah olahraga yang menggunakan parasut dan biasanya dilakukan di bukit gunung sebagai landasan pacu. Agak serupa dengan parasailing yang menggunakan boat, bedanya paralayang ini hanya menggunakan kaki.


Olahraga Gantole juga dapat dilakukan di Bukit Paralayang ini.
Foto (c) Herajeng Gustiayu, 2010

Opa David, "Opa Paralayang Indonesia"
Kami janjian bertemu dengan Opa David pada pukul 9 pagi di Bukit Paralayang, Kawasan Puncak, Bogor. Patokannya kalau dari Jakarta, setelah Masjid At-Ta'awun, melewati sebuah tikungan, ada jalan masuk di sebelah kiri, maka di situlah letak area masuk ke Bukit Paralayang. Beberapa kali kami melihat penanda di jalan menuju Bukit Paralayang, bertuliskan "Paralayang/Gantole, ... km."

Opa David, "Opa Paralayang Indonesia"
Foto (c) Herajeng Gustiayu, 2010

Akhirnya kami tiba di Bukit Paralayang sekitar jam setengah 9, Opa David menyambut kami dengan sumringah. Ia menjelaskan bahwa kita harus menunggu angin dulu sebelum melayang, apalagi saat itu masih berkabut. Olahraga paralayang memang olahraga yang sangat tergantung cuaca, kecepatan angin, dan sebagainya, oleh karena itu olahraga ini hanya bisa dilakukan pada musim kemarau (Maret-Oktober). Sambil menunggu waktu yang tepat, kami menghabiskan waktu dengan sarapan dahulu di warung-warung kecil yang terdapat di sana.

Saat itu, Opa David seringkali disapa oleh para atlet paralayang yang mampir, salah satunya wanita, ia berceletuk, "Wah, kalian mau nyoba paralayang? Ngga usah. Bahaya!" Namun kemudian ia tertawa sambil melanjutkan kalimatnya, "Bahaya, nanti ketagihan!" Yang langsung disambut dengan tawa oleh kami semua yang berada di sana.

Melayang di Bukit Paralayang
Untungnya tidak memerlukan waktu yang lama untuk mendapatkan waktu yang bagus untuk melayang. Di Bukit Paralayang telah disediakan perangkat paralayang untuk para peserta tandem, berupa parasut, helm, dan flight suit. Flight suit ini juga berfungsi sebagai tempat duduk saat melayang di udara. Praktis dan aman, hingga kami bisa memotret pemandangan dari atas.

Sebelum terbang, kami dipersilahkan untuk mengisi semacam formulir yang menyatakan bahwa kami siap menerima segala konsekuensi dengan ikutnya kami sebagai penumpang tandem. Maklum, olahraga ini termasuk olahraga yang cukup berbahaya apabila tidak didampingi oleh orang yang telah berpengalaman.

Saya mengamati bahwa diperlukan sekitar 3-8 orang untuk membantu mempersiapkan parasut dan menuntun paraglider untuk take off. Parasut selebar sekitar 10 meter itu dibentangkan di landasan pacu, dan dipegangi oleh beberapa kru. Kemudian setelah ada aba-aba siap, saya dan Opa David berjalan sedikit berlari menuju langit luas di depan saya. Dan whoosh... Parasut terbentang dan kami berdua telah melayang di udara! Melayang di udara dengan hembusan udara dingin benar-benar menyegarkan!


Bersiap-siap untuk terbang...
Foto (c) Herajeng Gustiayu, 2010


...dan terbaaanng!!
Foto (c) Herajeng Gustiayu, 2010

Saat di udara, Opa David yang sekaligus berperan sebagai pemandu, menjelaskan lokasi-lokasi di bawah kami, ada hulu Sungai Ciliwung, rumah mantan presiden Soekarno, dan sebagainya. Jujur saya tidak terlalu memperhatikan, karena saat itu saya sendiri sedang takjub melihat pemandangan dari atas, hehehe...

Saya pun bertanya kepada Opa David mengenai sejarah bagaimana beliau bisa mulai tertarik paralayang. Beliau menjelaskan, bahwa ia takjub saat pertamakali mencoba paralayang di Inggris bersama teman-teman mendakinya. Waktu mendaki gunung yang menghabiskan waktu tiga hari, dengan enteng mereka turun gunung dengan paralayang yang hanya menghabiskan waktu setengah jam saja!

Dari sana, akhirnya beliau ketagihan untuk menekuni olahraga paralayang, namun sayangnya saat itu olahraga paralayang belum ada organisasi resminya di Indonesia. Tak ketinggalan akal, maka Opa David dan teman-temannya pun membuat olahraga "terjun gunung" sebagaimana yang sudah diceritakan sebelumnya, sampai akhirnya FASI tertarik untuk "melegalkan" olahraga tersebut.

Tak terasa sekitar 10-15 menit telah berlalu, akhirnya landing spot kami di lereng Gunung Mas --yang berupa landasan berwarna merah-- sudah terlihat dari kejauhan. Terlihat pula beberapa warga lokal yang sudah bersiap-siap menyambut kami. "Angkat kaki tinggi dan lurus ya," instruksi Opa David. Dan kami pun mendarat dengan sempurna di landasan.


Landing Spot di lereng Gunung Mas.
Foto (c) Herajeng Gustiayu, 2010

Dengan cekatan warga lokal langsung membantu kami berdiri dan membereskan perlengkapan kami. Dari sini, kami kembali ke Bukit Paralayang dengan menggunakan angkot yang sudah di-charter oleh asosiasi. Sampai di Bukit Paralayang, tanpa istirahat Opa David pun segera bersiap-siap kembali terbang tandem dengan teman-teman saya yang lain. Setelah saya dan teman-teman mencoba terbang tandem bersama Opa David, semuanya pun berkomentar bahwa mencoba paralayang adalah benar-benar pengalaman yang menakjubkan.

Yap, apabila Anda menyukai olahraga semacam extreme sport, maka Anda harus mencoba Paralayang! :D

Biaya Terbang Tandem
Olahraga ini memang relatif mahal, tapi sesuai apabila dibandingkan dengan faktor safety dan ongkos sewa peralatan serta pengalaman yang diperlukan oleh seorang tandem master. Sesuai prinsip permintaan, semakin banyak peserta, maka semakin murah:

Maret 2010
Biaya untuk 1 orang peserta = Rp 300.000,-
Biaya untuk grup 5 orang = Rp 275.000,- / orang
Biaya untuk grup > 5 orang = Rp 250.000,- / orang

Tertarik? Coba kunjungi website Fly Indonesia Paragliding untuk lebih jelasnya. :)

+ + + + +

Referensi

- Fly Indonesia Paragliding
- Kontan : David Agustinus Peak, si Opa Paralayang Indonesia (1)
- Kontan : David Agustinus Peak, si Opa Paralayang Indonesia (2)
- Kontan : David Agustinus Peak, si Opa Paralayang Indonesia (3)
- Kompas : Melayang Mengikuti Liuk Ciliwung
- Sinar Harapan : Sejarah Paralayang Indonesia, Bermula dari Kaum Pendaki
Share the Travel Spirit!

4 komentar:

hery kurniawan mengatakan...

kayanya seru nih
salam kenal ya from hery.
blh minta no hp nya opah david gk.insA hari sabtu ini gw mau kesana,mau ngasih kado ulang tahun bokin gw .bisa gk ya kira2.hehehe

Herajeng Gustiayu mengatakan...

Salam kenal juga Hery, maaf ya baru dibales komennya, hehehe... Bagi yang tertarik untuk terbang tandem atau kursus paralayang, Opa David bisa dihubungi di nomor ini ya: 0813 8852 8755

triekartikadewi mengatakan...

aku suka bangat pemandangan dari atas situ apalagi mlm, bnyk moment...
jd kangen mau ksana lgi,,,,

Inspiring Outbound mengatakan...

Hai, Salam Kenal
sekedar membagi Informasi tentang outbound Malang - Jawa Timur, airsoftgun / paintball dan rafting kasembon.
silakan kunjungi kami di http://www.outboundindonesia.com

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
 
Copyright 2010 - now The Backpacker's Notes. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates | developed by jenqidoodle studio | WP by Masterplan